November 26, 2022

Tapaktuan, Sebanyak 26 CGP (Calon Guru Penggerak) Kabupaten Aceh selatan, mulai jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK negeri dan swasta yang telah melakukan aktivitas pembelajaran. Melakukan aksi nyata program pembelajarannya yang sudah terselesaikan hampir setahun. Kini hasil pembelajaran tersebut mulai dipamerkan.

Kegiatan yang dikemas dalam Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 4 di Kabupaten Aceh Selatan. Dibuka oleh Kepala Dinas Dikbud Aceh Selatan AKMAL AH, S.Pd dalam hal ini diwakili Plt. Kabid Pembinaan Ketenagaan, pada Minggu (16/10/2022) pagi di Aula SDN 5 Unggul Tapaktuan.

Menurut Ketua Panitia Syahrunazar Sebagai Perwakilan dari BGP Aceh menjelaskan kegiatan ini juga sebagai Festival atau Panen Karya hasil karya CGP Angkatan 4, karena diikuti oleh 26 guru penggerak. “Mereka terbagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok ada sekitar 12-14 orang, terdiri dari CGP dan Pengajar Praktik (PP),” jelas Syahrunazar.

Jadi, kegiatan ini diharapkan merubah pola pikir kita bisa mewujudkan anak-anak lebih cerdas, kreatif dan inovatif. Termasuk salah satunya yang ada adalah penerapan P5 (Project Penguatan Profil Pejalar Pancasila). “Inilah guru-guru penggerak yang akan mengeksekusi kurikulum merdeka di lembaganya masing-masing,” harapnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Aceh Selatan Annadwi, S.Pd. M.Pd

Plt. Kabid Pembinaan Ketenagaan dalam hal ini Mewakili Kadis Dikbud, menyampaikan dalam sambutannya Mengharapakan seluruh Peserta CGP mampu menjadi Lokomotif utama dalam upaya meningkatkan Mutu Pendidikan di Aceh Selatan, dengan Mengutamakan Kolaborasi dengan semua pemimpin Pendidikan di lingkungan sekitar, dengan Mengutamakan Adab baru Ilmu dimulai dari diri TERGERAK, BERGERAK dan MENGGERAKAN.

Salah satu CGP dari SMPN 2 Trumon Timur Yani Febri Arya S.Pd menjelaskan yang dipamerkan adalah hasil karya yang ada di program guru penggerak. Mulai dari Loka 1 hingga Loka 7 kita telah menjalaninya dari semua program tersebut, dari program yang berdampak pada yang berbudaya positif, program untuk kepemimpinan pembelajaran. “Selain itu kita juga harus membuat proram yang inovatif dan kreatif untuk sekolah dari upaya kita. Yakni berinovasi saat mengikuti program guru penggerak,” jelasnya.

Lanjutnya, ini sebuah wujud apresiasi kepada siswa yang dilakukan secara online. Mereka tidak menghitung untung/rugi terlebih dahulu, tetapi bagaimana mereka memanfaatkan bisa teknologi digital. Selain itu juga kita pamerkan tentang literasi digital. Tergantung kesepakatan di kelas yang mempunyai cara pembelajaran yang berbeda-beda,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.