November 26, 2022

INTAN begitu namanya, dengan lima huruf sangat mudah diucapkan. Setiap orang pasti sangat ingin memiliki intan, emas, permata atau mutiara.

Namun Intan adalah nama seorang siswi SMA kelas jauh di Alur Keujrun Desa Sarah Baru, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan.

SMA kelas jauh dilaunching oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh pada bulan Maret 2022 lalu dengan tujuan agar putra putri di pelosok pedalaman bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah tingkat atas.

SMA kelas jauh itu pengelolaan administrasinya tunduk ke sekolah induk yaitu, SMA Negeri 1 Kluet Tengah.

Untuk menuju Desa Sarah Baru sekitar tiga jam mengarungi derasnya aliran Sungai Kluet dengan menggunakan alat transportasi speed bot.

Saya sudah dua kali berkunjung ke Desa Alur Keujrun, pertama ikut bersama rombongan Kepala Dinas Pendidikan Aceh dalam rangka membuka sekaligus melaunching SMA kelas jauh.

Kedua, ikut rombongan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan dalam rangka kunjungan kerja untuk mengupayakan pembangunan rumah dinas bagi guru di SD Negeri Alur Keujrun.

Kesan pertama begitu menggoda, saya berkesan melihat perkarangan dua sekolah ini, SD dan SMP Negeri Satu Atap Alur Keujrun. Lingkungannya bersih, rapi, estetika dan hijau.

Malahan, lebih indah perkarangan sekolah ini bila dibandingkan dengan sekolah di ibu kota kecamatan bahkan sekolah yang berada di ibukota kabupaten.

Kesan kedua, guru-guru disini banyak yang masih muda dibawah usia 45 tahun, sudah tentu memiliki motivasi mengajar yang luar biasa pula.

Bahkan, ada seorang ibu guru dari Jawa Timur sebagai guru garis depan (GGD) yang sudah lima tahun mengabdikan dirinya di SMP Negeri Satu Atap Alur Keujrun, sudah berbaur dengan masyarakat setempat.

Kadisdikbud Aceh Selatan, Akmal AH SPd yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Desa Sarah Baru terkesima dengan melihat lingkungan sekolahnya yang bersih dan asri.

Dikatakannya, sudah kalah pula sekolah pedalaman dengan sekolah di perkotaan. Apalagi, sifat keramah tamahan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan masyarakat Desa Sarah Baru, ingin kembali lagi kesini.

Beralih dengan prestasi siswa, saya menemukan tiga orang siswa yang mewakili Aceh Selatan mengikuti jambore nasional tahun 2022.

Intan bersama dua rekannya Nabila dan M Yuli Afriadi. Kini, telah duduk di kelas X SMA semasa SMP Negeri Satu Atap Alur Keujrun bergabung dengan kontingen Aceh Selatan mengikuti jambore nasional ke-XI di Cibubur, Jakarta Timur.

Dari 32 anggota Pramuka dari kabupaten Aceh Selatan, tiga diantaranya lulus dalam seleksi mengikuti jambore nasional yang dihelat pada Agustus 2022 bulan lalu.

Pada Sabtu (24/9/2022), saya menanyakan langsung pada Kepala SMP Negeri Satu Atap Alur Keujrun, Sufriadi SPd. Jarang-jarangnya siswa dari sekolah pedalaman mengikuti jambore nasional.

Sebagaimana kita ketahui, untuk lulus seleksi mengikuti jambaro nasional sangat ketat dibutuhkan keterampilan, cekatan, berani dan disiplin.

Namun kata Sufriadi, kakak pembina itu Pramuka bisa menghipnotis dengan memberikan motivasi kepada adek-adek penggalang untuk percaya diri, orang lain bisa kenapa kita tidak bisa.

Kakak pembina itu adalah guru muda bernama Syukryal SPdI, alumnus IAIN yang kini menjadi UIN Ar-Raniry jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) asal Desa Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur.

Syukryal sendiri berdomisili di ibu kota Kecamatan Kluet Tengah bersama keluarganya. Seminggu sekali ia pulang kerumah, selebihnya pengabdian di sekolah dan berbaur dengan masyarakat setempat aktifitas dilakukannya sehari-hari.

Berkat didikannya, tiga siswa ini berhasil mengikuti jambore nasional dan ia sendiri juga ikut mendampingi.

Intan mewakili dua orang rekannya, saat ditanya kesan yang di dapati saat mengikuti jambore nasional mengatakan, banyak kesan yang ia dapati.

Pertama, tidak bisa terbayangkan saat usia masih remaja sudah sampai ke ibu kota negara Indonesia yaitu, Kota Jakarta.

Kedua, kesan saat naik bus dari Kota Tapaktuan perjalanan empat hari empat malam hingga tiba di Jakarta.

Tidak masalah, sembari menikmati bisa melihat Provinsi Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung.

Selanjutnya, naik kapal Fery hingga sampai ke Provinsi Banten. Lalu menuju kota Jakarta dan tibalah di Cibubur, Jakarta Utara.

Ketiga, sangat berkesan bisa bertemu dengan teman-teman dari 34 provinsi dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Aceh hingga ke Papua yang beraneka ragam suku, adat istiadat, ras dan agama.

Namun katanya, tetap satu kesatuan dibawah samboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Intan, Nabila dan M Yuli Afriadi contoh anak pedalaman yang merupakan generasi muda masa depan.

Dipundak mereka harus mampu memberikan contoh kepada teman-temannya yang lain, membuktikan ikrar sepuluh butir Dasa Dharma Pramuka benar-benar terpatri dalam diri mereka.

“Kilauan intan yang memancarkan cahayanya di aliran sungai Alur Keujrun sudah ditemukan dan tetap bercahaya kapanpun dan dimanapun tanpa harus padam.”

Saran yang ingin disampaikan kepada pemerintah kabupaten melalui Disdikbud Aceh Selatan, pengabdian guru-guru di daerah 3T (terpencil, terdepan dan terluar) dan siswa yang mewakili ke tingkat nasional.

“Secarik kertas piagam penghagaan hak mereka untuk di dapati saat Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI tahun 2022 mendatang.”

Sudah sepantasnya baik pemerintah kabupaten, provinsi maupun nasional memberikan penghargaan lebih kepada mereka yang telah mengabdikan dirinya di pelosok negeri untuk mencerdaskan anak bangsa. Jayalah pendidikan. []

Penulis : Baihaki I Redaktur Media Thejurnal; Melaporkan dari Alur Keujrun.

Sumber : https://thejurnal.id/news/intan-ditemukan-di-aliran-sungai-alur-keujrun/index.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.